Judul
Buku : Bubble Gum.
Penulis : Adzimattinur Siregar.
Penerbit : Gema Insani.
Tahun
Terbit : 2006, Juli ;
Cetakan Pertama.
Novel karangan Adzimattinur Siregar ini bercerita tentang kehidupan seorang gadis
remaja yang bernama Rheinayla Siregar, atau yang biasa dipanggil Rhein. Gadis
yang merupakan murid SMA tersebut tergabung dalam sebuah grup band yang bernama
Bubble Gum. Dia adalah satu-satunya personil cewek di grup band tersebut.
Perjalanan hidup seorang Rhein yang dimulai ketika dirinya masuk sebagai
anggota di grup band tersebut, hingga pertemuan dengan seorang cowok yang
perlahan-lahan masuk ke dalam hidupnya, serta pengungkapan sebuah rahasia yang
selama ini dirahasiakan oleh ibunya, semuanya ada di dalam novel ini.
Kelebihan
Buku :
Penggunaan
halaman sampul, penggunaan kertas, penjilidan, serta pengetikan sudah pas.
Kekurangan
Buku :
Kata-kata
dalam buku ini banyak yang sulit untuk dipahami. Serta keterangan penjelas
kata-kata yang sulit dipahami tersebut kurang lengkap, hanya sebagiannya saja.
Sambungan cerita antara bab yang satu dengan bab yang lainnya kurang pas.
Manfaat
Buku :
Buku ini
mengajarkan kita bagaimana menjalani hidup yang sesungguhnya. Kehidupan sosial serta
kehidupan ekonomi masyarakat seperti yang ada di kehidupan sehari-hari yang
bisa mengajarkan kita berbagai nilai-nilai kehidupan juga terdapat di dalam
novel ini.
Judul Buku : Tip &
Trik Jago Main Rubik
Penulis : Wicaksono Adi
Penerbit : Gradien Mediatama
Cetakan : 1, 2009
Tebal : 184 halaman
Rubik adalah permainan puzzle mekanik berbentuk kubus yang memiliki enam warna pada setiap sisinya. Ditemukan pada tahun 1974 oleh Profesor Ernö Rubik, seorang arsitek dan pemahat asal Hungaria.
Dengan segera, rubik menciptakan sensasi internasional. Setiap orang ingin memilikinya. Demam ini menjalar baik pada anak-anak maupun dewasa. Ada sesuatu yang memikat pada kubus kecil ini. Ia memiliki konsep yang sederhana, elegan, namun secara mengejutkan sulit untuk diselesaikan.
Satu demi satu kompetisi lokal diadakan untuk berlomba menyelesaikan rubik, di antaranya American Rubik's Cube Championship (November 1981), United Kingdom Rubik's Cube Championship (Desember 1981), Canadian Rubik's Cube Championship (Maret 1982). Puncaknya, pada bulan Juni 1982 untuk pertama kalinya diselenggarakan Rubik's Cube World Championship di Budapest, di mana orang-orang dari berbagai negara dipertemukan oleh rubik. Kejuaraan ini dimenangkan oleh seorang pelajar Vietnam berumur 16 tahun, Minh Thai, dengan catatan waktu 22,95 detik.
Ketertarikan publik pada rubik mulai memudar menjelang tahun 1990. Orang-orang sudah terlalu kesal saat mencoba menyelesaikannya, mengingat keterbatasan informasi saat itu. Sebagian lebih tertarik dengan kehadiran video game elektronik yang lebih modern. Namun hingga hari ini, lebih dari 30 juta rubik telah terjual (belum termasuk merk-merk tiruannya!), menjadikannya diakui sebagai permainan puzzle terlaris di dunia. Bahkan rubik juga disebut-sebut sebagai mainan terlaris sepanjang masa, berdampingan dengan boneka Barbie.
Dengan kemuncurjan internet, rubik akhirnya bangkit dari tidur panjangnya. Pada tahun 2000, petunjuk untuk menyelesaikan rubik telah banyak ditemukan di internet. Demam rubik pun melanda untuk kedua kalinya. Puncaknya terjadi pada tahun 2003, ketika World Championship kedua diadakan di Canada.
Rubik dipandang sebagai permainan yang positif, terjangkau, melatih motorik, daya ingat, serta mampu mendorong peminatnya untuk menjalin komunitas dan berkompetisi secara sehat.
Penulis : Wicaksono Adi
Penerbit : Gradien Mediatama
Cetakan : 1, 2009
Tebal : 184 halaman
Rubik adalah permainan puzzle mekanik berbentuk kubus yang memiliki enam warna pada setiap sisinya. Ditemukan pada tahun 1974 oleh Profesor Ernö Rubik, seorang arsitek dan pemahat asal Hungaria.
Dengan segera, rubik menciptakan sensasi internasional. Setiap orang ingin memilikinya. Demam ini menjalar baik pada anak-anak maupun dewasa. Ada sesuatu yang memikat pada kubus kecil ini. Ia memiliki konsep yang sederhana, elegan, namun secara mengejutkan sulit untuk diselesaikan.
Satu demi satu kompetisi lokal diadakan untuk berlomba menyelesaikan rubik, di antaranya American Rubik's Cube Championship (November 1981), United Kingdom Rubik's Cube Championship (Desember 1981), Canadian Rubik's Cube Championship (Maret 1982). Puncaknya, pada bulan Juni 1982 untuk pertama kalinya diselenggarakan Rubik's Cube World Championship di Budapest, di mana orang-orang dari berbagai negara dipertemukan oleh rubik. Kejuaraan ini dimenangkan oleh seorang pelajar Vietnam berumur 16 tahun, Minh Thai, dengan catatan waktu 22,95 detik.
Ketertarikan publik pada rubik mulai memudar menjelang tahun 1990. Orang-orang sudah terlalu kesal saat mencoba menyelesaikannya, mengingat keterbatasan informasi saat itu. Sebagian lebih tertarik dengan kehadiran video game elektronik yang lebih modern. Namun hingga hari ini, lebih dari 30 juta rubik telah terjual (belum termasuk merk-merk tiruannya!), menjadikannya diakui sebagai permainan puzzle terlaris di dunia. Bahkan rubik juga disebut-sebut sebagai mainan terlaris sepanjang masa, berdampingan dengan boneka Barbie.
Dengan kemuncurjan internet, rubik akhirnya bangkit dari tidur panjangnya. Pada tahun 2000, petunjuk untuk menyelesaikan rubik telah banyak ditemukan di internet. Demam rubik pun melanda untuk kedua kalinya. Puncaknya terjadi pada tahun 2003, ketika World Championship kedua diadakan di Canada.
Rubik dipandang sebagai permainan yang positif, terjangkau, melatih motorik, daya ingat, serta mampu mendorong peminatnya untuk menjalin komunitas dan berkompetisi secara sehat.
Kelebihan
- Banyak terdapat gambar yang menarik.
- Penjelasannya sangat rinci.
- Terdapat indeks untuk kata-kata yang sulit dimengerti.
- Banyak terdapat gambar yang menarik.
- Penjelasannya sangat rinci.
- Terdapat indeks untuk kata-kata yang sulit dimengerti.
0 komentar:
Posting Komentar