1.1
PEMANFAATAN TEKNOLOGI UNTUK PRODUKSI PANGAN
A. Program Utama
Indonesia Untuk Meningkatkan Produksi Pangan
Adapun program utama pemerintah dalam usaha untuk
meningkatkan produksi pangan adalah :
1.
Ekstensifikasi
Eksteansifikasi merupakan suatu usaha guna meningkatkan hasil
panen, perluasan hasil pertanian, hasil peternakan, perikanan, perluasan areal
peternakan, areal penangkapan ikan lewat budidaya ikan dan lain-lainnya.
2. Diversifikasi
Diversifikasi merupakan sebuah usaha yang digunakan untuk
penganekaragaman.
3. Intensifikasi
Intensifikasi merupakan sebuah usaha guna meningkatkan
sumber daya alam dengan memanfaatkan segala macam sarana produksi dan teknologi
tepat guna, sehingga dapat menghasilkan produksi sesuai yang kita harapkan.
4. Rehabilitasi
Rehabilitasi merupakan suatu usaha untuk memulihkan kembali
kemampuan untuk berproduksi sumber daya pertanian yang kritisdan memulihkan
usaha tani di daerah-daerah yang masih rawaan, sehingga dapat menghasilkan
hasil yang memadahi dan mutu yang baik.
B. Peranan Teknologi
Guna Meningkatkan Produksi Pangan.
Peranan kemajuan teknologi demi meningkatkan produksi pangan
adalah :
1.
Mekanisasi
pertanian
Contoh :
a) Penemuan mesin pembajak
b) Mesin pemanen
c) Mesin pemotong padi
2. Inseminasi buatan
Tujuan menggunakan system inseminasi adalah :
a) Dengan menggunakan bibit
unggul
Contoh : jagung hibrida, jagung dengan dua tungkul.
b) Penyuntikan ekstra
hipofisis guna meningkatkan produktivitas ikan
3. Penemuan bibit
unggul
Penemuan bibit unggul dengan melakukan persilangan terhadap
tanaman pangan ataupun ternak peliharaan.
4. Hidroponik
Hidroponik merupakan penanaman satu tanaman di botol,
plastik, pot, bak dan lain-lainnya.
5. Pemebrantasan hama
dan penyakit
Pemberantasan terhadap hama dan penyakit itu dilakukan
dengan menggunakan zat kimia atau secara biologi.
1.2 MEMILIH BIBIT UNGGUL
A. Pengertian Bibit
Unggul
Bibit unggul merupakan bibit yang mempunyai sifat-sifat yang
lebih atau unggul dari varietas sejenisnya.
B. Cara Mendapatkan
BIbit Unaggul
Untuk mendapatkan bibit yang unggul dengan cara, sebagai
berikut :
1.
Perkawinan silang
Untuk memperoleh bibit yang unggul dengan menggunakan
perkawinan silang itu adalah :
a.
Varietas padi
unggul
Pada varietas padi unggul ini didapat dari kerjasama dengan pemerintah dan lembaga penelitian padi
Internasional yang berada di Los Benos Philipina.
Contoh : PB5, PB7, PB24.
b.
Ternak unggul
Untuk mendapatkan ternak yang unggul dengan cara persilangan
antara ternak yang local dengan ternak yang tidak local.
Contoh : sapi potong, sapi perah, ayam australi, ayam
petelur dan lain-lainnya.
Jadi dengan melakukan perkawinan silang dapat memperoleh
bibit yang unggul, itu dikarenakan sifat-sifat anak hasil keturunan pembiakan
merupakan gabungan dari sifat-sifat kedua induknya, maka untuk memperoleh bibit
yang unggul harus mencari induk yang memiliki sifat-sifat yang unggul jadi
untuk disilangkan.
2.
Pemanfaatan
Radiasi Guna Mendapatkan Muatan
Diperoleh dari penelitian diketahui bahwa dengan menggunakan
radioaktif dan penyinaran dengan sinar X dapat memperoleh proses mutasi.
Mutasi merupakan suatu proses penyimpangan pada pola
kromosom, dimana penyimpanan tersebut diturunkan untuk memperoleh keturunan.
Sedangkan individu yang diperoleh dari hasil mutasi disebut
Mutan.
1.3
PENGOLAHAN TANAH PERTANIAN
A. Cara Pengolahan
Tanah Pertanian
Untuk melakukan pengolahan tanah pertanian yang baik adalah
:
1.
Pengolahan
tanah dengan baik
Melakukan pengolahan tanah dengan baik itu meliputi beberapa
cara, yaitu :
a.
Selalu
memelihara sifat-sifat porositas tanah dengan baik, supaya tanah dapat berpori
terus dan udara dapat dengan mudah untuk masuk.
Sedangkan tanah juga perlu digemburkan yaitu dengan membajak
atau mencangkul secara teratur agar tanah dapat selalu subur.
b. Selalu memelihara
kehidupan mikroba tanah yang berguna, supaya kesuburan tanah dapat terpelihara
dan mencegah tanah dari pencemaran.
c. Dengan mempercepat
proses pelapukan dalam tanah. Sedangkan semua itu dapat dilakukan dengan cara
menimbun daun-daun yang rontok atau ditebang dan tertumpuk dengan tanah.
d. Membuat bedengan
atau gulutan yang digunakan untuk mengatur air, agar air dapat merembes ke
tempat yang ditentukan.
e. Dengan mengatur
jarak tanam yang tepat sesuai aturan yang telah ditentukan agar tanaman dapat
memperoleh makanan, sinar matahari, dan air secara merata serta tidak tergenang
pada tanaman satu saja tetapi menyebar keseluruh tanaman.
f. Dengan penyiangan
yang teratur, yang dapat dilakukan dengan mencabut tanaman penggangu dan
memberantas dengan menggunakan zat kimia atau Herbisida.
2. Menggunakan bibit
unggul yang sesuai dengan tanahnya
Dengan memakai bibit yang unggul, maka akan mendapatkan
hasil panen yang sangat besar dan dapat mencegah terjadinya
penyimpangan-penyimpangan yang tidak kita inginkan.
3.
Pemupukan
dengan tepat
Pemupukan adalah suatu usaha untuk menambah unsure-unsur zat
ke dalam tanah, supaya kesuburan tanah dapat terjaga dan akan lebih subur dari
sebelumnya.
Sedangkan pupuk yang dimanfaatkan untuk pemupukan tanah yang
tepat adalah :
a.
Pupuk alam
Pupuk alam merupakan pupuk yang didapat dari bahan-bahan
alami dan tidak melalui proses kimia atau pabrik.
Contoh :
1) Pupuk kandang
Upuk kandang ini didapat dari kotoran hewan.
2) Pupuk hijau
Pupuk hijau ini yang baik berasal dari tumbuhan yang
memiliki bunga kupu-kupu dan prosesnya hanya membenamkan saja di dalam tanah
pada waktu musim tanam.
3) Pupuk kompos
Pupuk kompos merupakan pupuk yang didapat dari daun-daun
atau rumput-rumput yang sudah dibusukan terlebih dulu di dalam tanah.
4) Pupuk gunano
Pupuk gunano merupakan pupuk yang diperoleh dari kotoran
unggas yang dibiarkan terurai oleh bakteri didalam tanah.
b.
Pupuk buatan
Pupuk buatan merupakan pupuk yang terbuat dari bahan-bahan
kimia yang melalui proses pabrik :
Contoh : pupuk uria, NPK dan lain-lainnya.
4.
Pengairan
dengan baik
Dengan pengairan yang baik akan membantu jalannya proses
meningkatkan produksi pangan, sebab menanam tanaman itu membutuhkan banyak air
walaupun ada sebagian tanaman yang tidak banyak membutuhkan air. Selain
membutuhkan air yang banyak dan pengairannyapun harus baik serta sesuai dengan
aturan yang telah ditetapkan. Sedangkan system pengairan yang sesuai dengan
peraturan yang ada, juga harus tergantung pada struktur yang ada dan letak
tanah.
Jika semua itu telah ada, maka system tanam menanam dapat
berjalan dengan lancer dan dapat memperoleh hasil panen yang banyak.
Sedangkan untuk tanah pertanian yang letaknya miring dibuat
sengkedan agar mempermudah pengairan dan dapat menahan air. Untuk daerah yang
curah hujan harus dibuat sumur Artesis untuk membantu pengairannya.
0 komentar:
Posting Komentar