Senin, 02 Desember 2013

USAHA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI PANGAN


1.1  PEMANFAATAN TEKNOLOGI UNTUK PRODUKSI PANGAN
A.   Program Utama Indonesia Untuk Meningkatkan Produksi Pangan
Adapun program utama pemerintah dalam usaha untuk meningkatkan produksi pangan adalah :
1.      Ekstensifikasi
Eksteansifikasi merupakan suatu usaha guna meningkatkan hasil panen, perluasan hasil pertanian, hasil peternakan, perikanan, perluasan areal peternakan, areal penangkapan ikan lewat budidaya ikan dan lain-lainnya.

2.   Diversifikasi
Diversifikasi merupakan sebuah usaha yang digunakan untuk penganekaragaman.
3.   Intensifikasi
Intensifikasi merupakan sebuah usaha guna meningkatkan sumber daya alam dengan memanfaatkan segala macam sarana produksi dan teknologi tepat guna, sehingga dapat menghasilkan produksi sesuai yang kita harapkan.
4.   Rehabilitasi
Rehabilitasi merupakan suatu usaha untuk memulihkan kembali kemampuan untuk berproduksi sumber daya pertanian yang kritisdan memulihkan usaha tani di daerah-daerah yang masih rawaan, sehingga dapat menghasilkan hasil yang memadahi dan mutu yang baik.
 
B.   Peranan Teknologi Guna Meningkatkan Produksi Pangan.
Peranan kemajuan teknologi demi meningkatkan produksi pangan adalah :
1.      Mekanisasi pertanian
Contoh :
a)      Penemuan mesin pembajak
b)      Mesin pemanen
c)      Mesin pemotong padi
2.   Inseminasi buatan
Tujuan menggunakan system inseminasi adalah :
a)      Dengan menggunakan bibit unggul
Contoh : jagung hibrida, jagung dengan dua tungkul.
b)      Penyuntikan ekstra hipofisis guna meningkatkan produktivitas ikan
3.   Penemuan bibit unggul
Penemuan bibit unggul dengan melakukan persilangan terhadap tanaman pangan ataupun ternak peliharaan.
4.   Hidroponik
Hidroponik merupakan penanaman satu tanaman di botol, plastik, pot, bak dan lain-lainnya.
5.   Pemebrantasan hama dan penyakit
Pemberantasan terhadap hama dan penyakit itu dilakukan dengan menggunakan zat kimia atau secara biologi.

 
1.2 MEMILIH BIBIT UNGGUL
A.   Pengertian Bibit Unggul
Bibit unggul merupakan bibit yang mempunyai sifat-sifat yang lebih atau unggul dari varietas sejenisnya.

B.   Cara Mendapatkan BIbit Unaggul
Untuk mendapatkan bibit yang unggul dengan cara, sebagai berikut :
1.      Perkawinan silang
Untuk memperoleh bibit yang unggul dengan menggunakan perkawinan silang itu adalah :
a.      Varietas padi unggul
Pada varietas padi unggul ini didapat  dari kerjasama  dengan pemerintah dan lembaga penelitian padi Internasional yang berada di Los Benos Philipina.
Contoh : PB5, PB7, PB24.
b.      Ternak unggul
Untuk mendapatkan ternak yang unggul dengan cara persilangan antara ternak yang local dengan ternak yang tidak local.
Contoh : sapi potong, sapi perah, ayam australi, ayam petelur dan lain-lainnya.
Jadi dengan melakukan perkawinan silang dapat memperoleh bibit yang unggul, itu dikarenakan sifat-sifat anak hasil keturunan pembiakan merupakan gabungan dari sifat-sifat kedua induknya, maka untuk memperoleh bibit yang unggul harus mencari induk yang memiliki sifat-sifat yang unggul jadi untuk disilangkan.
2.     Pemanfaatan Radiasi Guna Mendapatkan Muatan
Diperoleh dari penelitian diketahui bahwa dengan menggunakan radioaktif dan penyinaran dengan sinar X dapat memperoleh proses mutasi.
Mutasi merupakan suatu proses penyimpangan pada pola kromosom, dimana penyimpanan tersebut diturunkan untuk memperoleh keturunan.
Sedangkan individu yang diperoleh dari hasil mutasi disebut Mutan.

1.3  PENGOLAHAN TANAH PERTANIAN
A.   Cara Pengolahan Tanah Pertanian
Untuk melakukan pengolahan tanah pertanian yang baik adalah :
1.      Pengolahan tanah dengan baik
Melakukan pengolahan tanah dengan baik itu meliputi beberapa cara, yaitu :
a.      Selalu memelihara sifat-sifat porositas tanah dengan baik, supaya tanah dapat berpori terus dan udara dapat dengan mudah untuk masuk.
Sedangkan tanah juga perlu digemburkan yaitu dengan membajak atau mencangkul secara teratur agar tanah dapat selalu subur.
b.   Selalu memelihara kehidupan mikroba tanah yang berguna, supaya kesuburan tanah dapat terpelihara dan mencegah tanah dari pencemaran.
c.   Dengan mempercepat proses pelapukan dalam tanah. Sedangkan semua itu dapat dilakukan dengan cara menimbun daun-daun yang rontok atau ditebang dan tertumpuk dengan tanah.
d.   Membuat bedengan atau gulutan yang digunakan untuk mengatur air, agar air dapat merembes ke tempat yang ditentukan.
e.   Dengan mengatur jarak tanam yang tepat sesuai aturan yang telah ditentukan agar tanaman dapat memperoleh makanan, sinar matahari, dan air secara merata serta tidak tergenang pada tanaman satu saja tetapi menyebar keseluruh tanaman.
f.   Dengan penyiangan yang teratur, yang dapat dilakukan dengan mencabut tanaman penggangu dan memberantas dengan menggunakan zat kimia atau Herbisida.
2.   Menggunakan bibit unggul yang sesuai dengan tanahnya
Dengan memakai bibit yang unggul, maka akan mendapatkan hasil panen yang sangat besar dan dapat mencegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan yang tidak kita inginkan.
3.     Pemupukan dengan tepat
Pemupukan adalah suatu usaha untuk menambah unsure-unsur zat ke dalam tanah, supaya kesuburan tanah dapat terjaga dan akan lebih subur dari sebelumnya.
Sedangkan pupuk yang dimanfaatkan untuk pemupukan tanah yang tepat adalah :
a.      Pupuk  alam
Pupuk alam merupakan pupuk yang didapat dari bahan-bahan alami dan tidak melalui proses kimia atau pabrik.
Contoh :
1)      Pupuk kandang
Upuk kandang ini didapat dari kotoran hewan.
2)      Pupuk hijau
Pupuk hijau ini yang baik berasal dari tumbuhan yang memiliki bunga kupu-kupu dan prosesnya hanya membenamkan saja di dalam tanah pada waktu musim tanam.
3)      Pupuk kompos
Pupuk kompos merupakan pupuk yang didapat dari daun-daun atau rumput-rumput yang sudah dibusukan terlebih dulu di dalam tanah.  
                   4)      Pupuk gunano
Pupuk gunano merupakan pupuk yang diperoleh dari kotoran unggas yang dibiarkan terurai oleh bakteri didalam tanah.
b.      Pupuk buatan
Pupuk buatan merupakan pupuk yang terbuat dari bahan-bahan kimia yang melalui proses pabrik :
Contoh : pupuk uria, NPK dan lain-lainnya.
4.     Pengairan dengan baik
Dengan pengairan yang baik akan membantu jalannya proses meningkatkan produksi pangan, sebab menanam tanaman itu membutuhkan banyak air walaupun ada sebagian tanaman yang tidak banyak membutuhkan air. Selain membutuhkan air yang banyak dan pengairannyapun harus baik serta sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Sedangkan system pengairan yang sesuai dengan peraturan yang ada, juga harus tergantung pada struktur yang ada dan letak tanah.
Jika semua itu telah ada, maka system tanam menanam dapat berjalan dengan lancer dan dapat memperoleh hasil panen yang banyak.
Sedangkan untuk tanah pertanian yang letaknya miring dibuat sengkedan agar mempermudah pengairan dan dapat menahan air. Untuk daerah yang curah hujan harus dibuat sumur Artesis untuk membantu pengairannya.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar